Selamat buat yang akan segera mulai dunia mahasiswa di Yogyakarta. Buat yang berasal dari luar kota, mungkin ada perasaan deg-degan karena harus beradaptasi antara kuliah dan kos. Jangan khawatir, tetap semangat, ya.

Photo by Siora Photography on Unsplash

Yogyakarta terkenal sebagai kota pelajar. Beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta ada di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Tapi jangan dibayangkan semua PTN dan PTS itu berkumpul menjadi satu. Universitas-universitas tersebut tersebar di berbagai belahan propinsi. Namun rata-rata suasana kampus di sekitarnya hampir sama.

1. Kenali Lingkungan Kampusmu


Sebagai mahasiswa baru, kamu datang ke Yogyakarta tentu saja untuk kuliah. Karena itu, kenali lingkungan dalam dan luar kampusmu untuk mendukung semua kegiatanmu agar lancar dan cepat lulus. Sekarang tidak ada yang namanya mahasiswa abadi. Kalau tidak memenuhi maksimal semester, ya DO. Untuk PTN rata-rata hanya diberi waktu 5 tahun saja untuk menuntaskan masa kuliah. Semakin cepat lulus dengan IPK bagus akan meringankan orangtua.

Tempat-tempat yang harus kamu tahu adalah kantor dosen, kantor tata usaha jurusanmu, rektorat, perpustakaan jurusan, perpustakaan fakultas, perpustakaan pusat dan area wifi gratis. Jika kamu kuliah di PTS, kamu juga harus tahu dimana letak kantor Kopertis atau yang sekarang disebut sebagai LL Dikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi). Di Jogja, kantornya ada di Bumijo, tak jauh dari Samsat.

Baca juga: Jika Menjadi Korban Pelecehan Seksual

Faktor pendukung kesuksesan belajar lainnya adalah buku. Sekarang tak semua buku harus dibeli atau difotokopi. Banyak buku dalam bentuk digital yang bisa kalian download. Manfaatkan wifi gratis di kampus kalian. Tapi jika ada yang harus difotokopi, biasanya banyak fotokopian murah di sekitar kampur. Sedangkan buku cetak murah bisa ditemukan di sentra buku di depan SMPN 8 Yogyakarta atau di dekat Taman Pintar yang disebut shopping. Sebutan shopping ini karena sebelum ada Taman Pintar, lokasi ini memang tempat belanja macam-macam, termasuk baju.

Jangan jaim dengan kating (kakak tingkat) karena dari merekalah kalian akan mendapatkan banyak informasi dan kemudahan dalam mengerjakan berbagai tugas. Namun, tak semua kating itu baik dijadikan teman. Banyak juga yang tampak keren tapi kerjanya keluyuran. Pilihlah yang fokus dengan tugas-tugas kuliah dan kegiatan kampus lainnya. IPK tinggi kadang tidak membantu setelah lulus jika tidak punya jejaring alumni yang potensial dan rekam jejak aktivitas di kampus.

2. Kenali Lingkungan Kosmu


Kos juga penting bagi kesuksesan studimu tapi tidak vital. Harap jangan mengeluh jika ortu hanya mampu membayar kos murah di gang sempit dan ramai. Bersyukurlah karena kamu masih bisa kuliah. Kalau kamu lulus dengan baik, kamu bisa meningkatkan taraf hidup keluarga. Jika kamu tidak bisa berkonsentrasi di kos untuk belajar, manfaatkan perpustakaan di dalam dan di luar kampus. Setelah capek dan ngantuk, baru deh pulang ke kos dan tidur. Dijamin keramaian seputar kos tidak akan tembus telinga.

Untuk perpustakaan di luar kampus yang buka hingga malam adalah Perpustakaan Kota di Kotabaru dan Grahatama Pustaka di Janti. Perpustakaan Kota ada di tengah kota sehingga kendaraan umum banyak tersedia. Hanya saja perpus ini bersebelahan dengan cafe yang makin malam makin ramai. Jangan sampai terpengaruh, ya. Sedangkan Grahatama Pustaka jauh di pinggir kota Jogja tapi masih terjangkau Trans Jogja.

Tidak ada salahnya juga kamu berbaur dengan warga walaupun tidak intensif. Misalnya yang muslim dan cowok bisa ikut sholat berjamaah di mesjid kampung. Yang cewek mungkin bisa lebih ramah menyapa tetangga atau ngobrol sedikit agak lama dengan warung sebelah kalau sedang longgar. Orang-orang di sekitar kosmu akan menjadi penolongmu jika keadaan darurat, terutama yang kosnya hanya ditunggui asisten, bukan langsung oleh pemilik kos.

Soal makan, biasanya warung-warung di sekitar kos lebih murah dibandingkan dengan yang di sekitar kampus. Tentu saja kamu bisa pesan online, tapi usahakan sengirit mungkin karena kamu dirantau, perlu banyak-banyak menabung dana darurat. Angkringan dan penyetan memang pesona kuliner Jogja. Banyak yang bilang murah. Tapi yang bilang itu turis, yang tidak setiap hari, 3 kali sehari makan. Kamu bisa tanya ke kating yang kos di sekitarmu, mana warung yang cocok dengan budget harianmu.

3. Kenali Teman-teman Barumu


Sebagai kota tujuan pelajar dan wisatawan, Jogja itu bagai melting pot. Bermacam-macam orang ada disana. Meski kamu kos di sekitar kampusmu, bisa saja kamu punya teman baru dari kampus lain atau malah yang tidak sedang kuliah di Jogja sama sekali. Jadi, kamu bisa saja berinteraksi dengan cendekiawan, seniman, pelajar, mahasiswa, petualang, pengangguran, bahkan preman.

Baca juga: Orang Tua Mahasiswa Dulu Dan Sekarang

Tidak sedikit mahasiswi yang hamil di awal-awal kuliah dengan orang yang baru dikenalnya. Tak peduli bagaimanapun pinternya dia secara akademik. Kecerdasan akademik seringkali tidak diimbangi dengan kewaspadaan terhadap kehidupan sosial karena masih gagap dengan kehidupan baru sebagai mahasiswa yang mandiri dan bebas mau berbuat apa saja. Tak sedikit juga yang akhirnya mencoba narkoba.

Mahasiswa Yogyakarta jarang nongkrong di mall. Mereka banyak duduk di cafe. Padahal pengeluaran di mall dan cafe itu sama saja, bagaimanapun murahnya cafe tersebut. Mungkin suasananya yang lebih cocok dengan para mahasiswa. Mall terlalu ramai dengan keluarga-keluarga.

Cafe bertebaran di lingkungan kampus, bahkan sebagian menjadikannya gaya hidup. Tak ada salahnya sih nugas (mengerjakan tugas) di cafe-cafe karena banyak juga yang suasananya mendukung. Bahkan ada pula cafe yang menyediakan ruang khusus bagi yang tidak pulang ke kos untuk mengerjakan skripsi. Tapi tak sedikit pula yang cuma nongkrong. Selain boros, nongkrong tak jelas mengundang kenalan yang tak jelas pula. Be wise!

Hati-hati juga dengan beberapa kampus yang dekat dengan night club. Pikir-pikir lagi jika diajak teman baru kesana karena tempat-tempat tersebut sering menjadi sumber tawuran. Lagipula, selama masih menggunakan uang kiriman orangtua, hindari berfoya-foya. Ayo berjuang untuk segera pulang dengan toga dan IPK summa cum laude.

Teman baru yang harus diwaspadai bukan hanya yang mengajak foya-foya tapi juga kelompok-kelompok religius. Tak sedikit yang bergabung dan menjadi radikal. Banyak yang kemudian menikah muda dan tidak melanjutkan kuliah. Memang tak semua yang menikah muda berakhir merana, banyak juga yang sukses meski dengan jalan hidup yang berbeda dari rencana semula. Pastikan saja hal itu sejalan dengan restu orangtua yang telah mengirim kalian untuk kuliah di Yogyakarta. Restu orangtua akan mendatangkan ridho dari sang pencipta.

Sesungguhnya, kuliah di Yogyakarta itu menyenangkan, asal kamu fokus dengan tujuanmu datang ke Yogyakarta, menjaga logika untuk mempertahankan kewaspadaan dan jangan lupa berdoa atau beribadah. Semoga sukses!