Ciri lingkungan sehat di masa pandemi penting untuk dipelajari dan dipraktikkan karena virus COVID 19 atau corona tidak segera musnah sehingga mau tidak mau kita harus menjalankan kehidupan dengan tatanan baru atau new normal yang penuh kehati-hatian.
![]() |
| Photo by Habib Dadkhah on Unsplash |
Dalam new normal ini kita tidak hanya harus memperhatikan kesehatan keluarga tapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan lingkungan yang lebih luas jika ingin terhindar dari virus corona.
Berikut 10 Ciri Lingkungan Sehat Di Masa Pandemi:
1. Sudah Menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
Ini merupakan program khusus dari pemerintah. PHBS harus diterapkan setidaknya di 5 lingkungan, yaitu rumah tangga, sekolah, tempat kerja, sarana kesehatan dan tempat umum. Jika lingkungan tersebut sudah menerapkan PHBS, berarti masyarakat di tempat tersebut telah memiliki kesadaran untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengkonsumsi makanan sehat, menjaga kebugaran tubuh dan memastikan kebersihan sekitarnya.
2. Memiliki Sirkulasi Udara Yang Baik
Jika di dalam rumah, maka aliran udara dan pancaran matahari harus bisa masuk ke dalam rumah. Demikian pula jika di sekolah dan di kantor. Banyak kejadian penularan dalam ruang tertutup. Lagipula, ini bisa mengurangi konsumsi listrik sehingga kita bisa berhemat.
Karena itu, masing-masing penghuni atau pengguna bangunan tersebut harus rajin bersih-bersih di dalam dan di luar bangunan. Debu yang tersembunyi dibalik interior ruangan harus rutin dibersihkan. Tanaman di halaman harus rutin dirapikan. Saluran air harus lancar agar tidak menjadi sarang nyamuk karena rumah sering tertutup.
Kerja bakti bukanlah ide yang baik untuk saat ini karena harus saling menjaga jarak. Jika masing-masing bertanggung jawab dengan kebersihan bangunan dan halamannya sendiri, hasilnya akan sama saja dengan kerja bakti. Mungkin gregetnya saja yang berbeda.
3. Memiliki Ruang Kegiatan Luar Rumah
Bagi yang sudah menjalankan aktivitas di rumah saja selama 3 bulan ini pasti paham benar bagaimana rasanya. Penat dan bosan merupakan musuh yang setiap hari harus ditaklukkan. Apalagi jika rumahnya tidak terlalu luas dan penghuni rumah cukup banyak. Hal ini bisa mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Memiliki sedikit ruang di luar rumah merupakan sebuah keuntungan.
Bagi yang memiliki halaman luas tentu tidak masalah. Tapi banyak sekali masyarakat yang hidup dengan rumah yang sangat rapat di gang-gang. Perlu usaha sungguh-sungguh untuk menyingkirkan barang-barang tidak berguna atau tumpukan barang-barang simpanan agar bisa digunakan untuk sekedar duduk menghirup udara luar atau sedikit menggerakkan badan.
4. Ketahanan Pangan Terjamin
Ketahanan pangan bermakna bisa mencukupi kebutuhan pangan sendiri tanpa bantuan pemerintah. Usaha menjamin ketahanan pangan ini bisa dilakukan sendiri maupun bersama-sama dengan tetangga.
Untuk lingkungan yang homogen atau kondisi ekonomi setara seperti di kompleks-kompleks perumahan, masyarakat bisa mulai menanam tanaman pangan sendiri. Selain agar tidak bergantung dengan supply dari luar, juga bisa memproduksi oksigen. Bagi yang memiliki halaman luas bisa menambah jenis bahan pangan berprotein seperti ternak ayam atau lele. Warga bisa melakukan jual beli di kalangan mereka sendiri lewat Whatsapp Group (WAG).
Untuk lingkungan yang heterogen atau dengan kondisi ekonomi beragam, perlu kerjasama agar tidak ada warga yang kelaparan. Jika warga lingkungan tersebut memiliki kepedulian yang baik terhadap sekitarnya, pasti tahu mana tetangga yang hidup serba kekurangan. Bahkan di kompleks perumahan kelas menengah pun bisa saja ada warga yang kesulitan ekonomi mengingat tingkat PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan kebangkrutan yang tinggi selama masa pandemi.
5. Kesehatan Masyarakat Terjaga
Karena pandemi ini merupakan masalah kesehatan, maka yang harus dijaga adalah kesehatan masyarakat. Sebelum pandemi, masyarakat sudah memiliki kegiatan posyandu, pemeriksaan manula dan penyuluhan kesehatan di pertemuan rutin warga. Selama pandemi, masyarakat diwajibkan menjalankan physical distancing. Karena itu perlu menghidupkan group-group chatting dengan informasi-informasi kesehatan.
Informasi kesehatan yang benar akan menghindarkan warga dari berburu vitamin C dan hand sanitizer yang harganya sudah berlipat-lipat seperti awal pandemi lalu, padahal itu bisa diatasi dengan makanan bergizi seimbang dan sabun.
Informasi yang detil tentang cara penyebaran virus corona akan membuat orang punya kesadaran untuk mengenakan masker tanpa disuruh-suruh. Jika masih bandel, masyarakat di lingkungan tersebut bisa memberikan sanksi. Kesadaran yang sudah baik membuat masyarakat juga bekerja sama menutup kampung masing-masing selama Lebaran agar tidak ada tamu masuk tanpa status kesehatan yang jelas, apalagi jika berasal dari daerah zona merah.

16 Komentar
Wah melihat indikatornya menjadi peer besar nih buat sebagian besar masyarakat negara kita...
BalasHapusPenting sekali menjaga kesehatan di situasi pandemi sekarang ini ya. Semoga makin banyak masyarakat yang sadar akan hal ini sehingga tidak makin bertambah banyak jumlah penderita covid-19. Di kotaku masih banyak yang belum pakai masker hiks.
BalasHapusnggak bosen bosennya aku berharap pandemic ini bisa segera membaik dan bisa segera berlalu yaaa, biar kehidupan bisa kembali normal huhuhu
BalasHapusSaat hidup di lingkungan yang seperti ini, setidaknya bsa mencegah penyebaran virus, smga kt semua makin aware dgn kebersihan
BalasHapussemoga setelah pandemi ini berlalu, kebiasaan baik menjaga kesehatan tetap dilakukan oleh banyak orang ya mbak :)
BalasHapusSetuju banget dengan 5 ciri lingkungan sehat ini, mba.
BalasHapusJika semua sudah melakukan, diharapkan wabah ini segera berakhir. Si virus tidak bermutasi lagi.
makasih sharingnya
BalasHapusRata-rata kalau ketahanan pangan di lingkungan kota sangat rentan karena tidak dekat dengan sumbernya. Jika ada akses distribusi seperti jalan raya terkena longsor atau force majeur lainnya maka ketahanan pangan terancam. Beda dengan lingkungan desa yang mandiri. Kebbutuhan pokok dan air diperoleh dari lokasi yang sangat dekat bahkan di halaman rumah sendiri.
BalasHapusAku adanya teras aja mbak, lumayan sih bisa buat tidur-tiduran:) cuma kalau beraktivitas di luar akunya yang agak males, padahal sesekali gpp ya
BalasHapusSetuju mba kerja bakti saat ini bukan hal baik ya karena kan harus jaga jarak juga sebaiknya kesadaran masing2 sih yah
BalasHapusPeran serta lingkungan penting di masa sekarang ya dan 5 ciri lingkungan yang sehat ini perlu diketahui pula oleh banyak orang sih menurutku, biar antar tetangga di dalam lingkungan itu bisa saling menjaga juga.
BalasHapusKeadaan yang kita inginkan dengan segera ya ini. Huhuhu… semoga bisa segera terwujud. Anak-anak nih yang jadi perhatianku. Apalagi mau sekolah. Mutlak banget keadaan ini tercipta. Gak rela rasanya melepas mereka sekolah kalo lingkungan masih belom sehat. :(
BalasHapusKalau di wilayah sekitar rumah sini sih aman saja mba, moga saja tetap terjaga jadi green zone. Itu kalau terpantau ya kedatangan orang luarnya. Terkadang ada yang ga jujur sih, enggak melaporkan kalau ada tamu atau keluarga yang datang .
BalasHapusPenting banget nih ketahanan pangan terjamin, soalnya di masa pandemi ini agak sukit keluar rumah untuk membeli kebutuhan pokok
BalasHapusDi daerah saya masih belum maksimal jadi lebih ke pribadi masing-masing. Hanya selama psbb ini memang untuk orang asing tidak boleh masuk ke komplek dan gerbang ditutup terus untuk yang dari luar kota walaupun warga itu harus melakukan isolasi diri mandiri selama 14 Hari. Alhamdulillah dengan kesadaran yang tinggi di tempat saya Zero kasus dan semoga memang nggak ada yang terjangkit virus Corona.
BalasHapusSalah satu yg paling diperhatikan adalah kesehatan lingkungan dengan sirkulasi yg baik mbak. Saya merasakan bahwa hal ini menjadi penting apalagi di tengah pandemi ini.
BalasHapusSemua komentar dimoderasi. Terima kasih.